Training Surveyor (Penyusunan Indikator Kinerja Daerah & Studi Perencanaan Pembangunan Daerah)

Pada tanggal 16 November 2018 KKU-PSBM telah melaksanakan Training Surveyor pada 30 Mahasiswa Statistika Brawijaya yang telah bersedia menjadi surveyor. Sebagian besar pelatihan dalam kegiatan membahas tentang pemaparan sampel penelitian, pembagian tim dan tugas surveyor, dan pemaparan Standard Operating Procedure (SOP). Pelatihan ini dilakukan untuk mendapatkan data Indeks Pembangunan Masyarakat, Indeks Modal Sosial, dan Indeks Kepuasan Layanan Infrakstruktur di Kota Malang. Sampel yang dibutuhkan pada penelitian adalah 690 orang yang tersebar di 5 Kecamatan di Kota Malang yaitu Kecamatan Kedungkandang, Sukun, Klojen, Blimbing, Lowokwaru. Unit sampel sebagai sasaran penelitian kali ini adalah individu yang mewakili 8 jenis pekerjaan yaitu : Pendidikan (Guru dan Dosen), Pelajar/ Mahasiswa, Pengusaha, Karyawan, Supir, Ibu Rumah Tangga, TNI dan POLRI, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bukann pendidik.  Tahapan Training Surveyor kali ini adalah :

  1. Pemaparan materi dan konsep yang berkaitan dengan kuisioner pada para surveyor.
  2. Diskusi mengenai isi kuisioner dan studi kasus pemecahan berbagai masalah yang akan dihadapi.
  3. Latihan ke lapang (Gladi bersih)
  4. Diskusi mengenai berbagai kendala saat terjun ke lapang yaitu mengevaluasi berbagai permasalahan internal maupun eksternal yang akan dihadapi.
  5. Terjun lapang yang dilakukan mulai tanggal 17 sampai 24 November 2018.

Indeks Pembangunan Masyarakat, Indeks Modal Sosial, dan Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur dibutuhkan untuk penyusunan Indikator Kinerja Daerah dan Studi Perencanaan Pembangunan Daerah. Indeks Modal Sosial dan Indeks Kepuasan Layanan adalah informasi yang dibutuhkan dalam kerjasama dengan divisi Litbang , sedangkan Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur dibutuhkan dalam kerjasama dengan Divisi Perencanaan Pelaporan (PP) Barenlitbang Kota Malang. Penyusunan Indikator Kinerja Daerah dan Studi Perencanaan Pembangunan Daerah dilakukan dalam upaya menyusun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka periode selama lima tahunan yang berisi penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah serta memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional yang memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program kewilayahan disertai dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. RPJMD ini memerlukan informasi (data) saat ini dan juga informasi (data) di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan analisis proyeksi untuk mendapatkan informasi (data) di masa mendatang. Kegiatan proyeksi atau forecasting ini yang akan dilakukan oleh KKU-PSBM.